Jangan lupa untuk tinggalkan komentar anda pada postingan kami sebagai ucapan terimakasih, dan bergabunglah bersama kami di Facebook !!

Selasa, 05 Juni 2012

Kisah-kisah misteri dari negeri sakura

Postingan saya yang ke2 di blog baru saya... hehee.. kali ini saya akan kasih sedikit informasi tentang hantu-hantu yang di luar Indonesia, khususnya jepang, para hantu atau mitos-mitos yang beredar di jepang..


Ini adalah beberapa kisah yang beredar di negeri sakura sana..


1. Boneka OKIKU yang memilki kisah misteri


Nama Okiku ini diambil dari seorang anak yang sedang bermain dengan boneka dengan ukuran tinggi 40 cm, berpakaian kimono dengan mata hitam seperti manik-manik dan rambut yang lebat. Boneka Okiku telah ada di kuil Mannenji di kota Iwamizawa, Hokkaido sejak tahun 1938.

Awalnya boneka ini dibeli tahun 1918 oleh seorang pemuda bernama Eikichi Suzuki di sapporo, Di sana ia melihat sebuah boneka cantik Jepang dengan Kimono. Boneka ini dibeli Eikichi untuk adiknya yang berumur 2 tahun yang bernama Okiku, anak ini sangat menyenangi boneka ini dan memainkannya setiap hari.

Tapi sayang, Okiku meninggal tak lama setelah itu karena demam. Kemudian pada saat pemakamannya, Keluarga ingin memasukkan boneka ke dalam peti mati-nya tapi entah mengapa mereka lupa. Keluarga gadis tersebut kemudian menempatkan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku. Namun beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut mulai tumbuh.Menurut cerita ini merupakan roh dari gadis itu yang berlindung di dalam boneka itu.

Akhirnya pada tahun 1938 keluarga Suzuki pindah ke shakalin, boneka okiku akhirnya dititipkan di kuil Mannenji di Hokkaido. Menurut pendeta di kuil itu, boneka tradisional jepang selalu berambut pendek, dia juga membenarkan kalau rambut boneka okiku terus memanjang, walaupun dipotong terus secara berkala, tapi rambutnya tumbuh terus. Menurut kuil, boneka tradisional awalnya memiliki rambut dipotong pendek, tapi seiring waktu terus bertambah panjang sekitar 25 sentimeter, hingga ke lutut boneka.Meskipun rambut boneka ini dipotong secara berkala , namun menurut cerita rambut tersebut tumbuh lagi. Bahkan seorang peneliti Jepang mengungkapkan bahwa dari hasil uji forensik rambut yang ditumbuhkan boneka ini sama persis dengan rambut pada anak usia 10 tahun.


2. Hantu rokurokubi

Jepang juga sama dengan seperti negara-negara lain di asia
yaitu memiliki banyak cerita hantu legenda yang berkembang pada pada zaman dahulu kala dan menjadi mitos yang 
dipercaya. klo ngga salah mitos-mitos ini berkembang pada zaman edo, dimana masyarakat jepang masih dalam keadaan tradisional dan belum tersentuh oleh kebudayaan asingsebagaimana kita ketahui bahwa dahulu jepang menerapkan politik pintu 


tertutup dan masih sangat menjaga tradisi jepangnya.

Ada banyak cerita hantu tradisional khas jepang yang telah beredar bahkan sampai kemancanegara. kita tidak akan membahas semuanya karena memang pengetahuanku mengenai hantu jepang sangat terbatas hihihi...

Hantu rokurokubi atau lebih dikenal dengan hantu leher panjang adalah hantu dengan sosok wanita yang memiliki leher yang sangat panjang. hantu ini dipercaya terjadi karena ia melanggar suatu peraturan dalam agama budha (masyarakat dijepang mayoritas beragama sitto dan budha) ia mendapatkan kutukan berupa leher yang memanjang.

Hantu leher panjang ini pada siang hari akan terlihat seperti manusia biasa pada umumnya dan bahkan ia membaur dengan masyarakat dan memiliki keluarga, ia hidup seperti manusia normal dengan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, namun apabila malam hari tiba maka leher dari hantu ini akan memanjang karena kutukan. biasanya sebelum lehernya memanjang ia keluar rumah agar keluarganya tidak mengetahuinya. hantu ini sangat gemar sekali menakut-nakuti orang dengan lehernya yang panjang.

Ia akan berjalan seorang diri ditengah gelapnya malam dan menakut-nakuti seseorang biasanya orang yang sedang mabuk atau sedang tertidur pulas dan banyak yang percaya bahwa hantu ini juga menghisap darah. kemudian pada saat pagi menjelang, lehernya akan kembali normal dan ia akan menjalani aktivitas / kehidupan normalnya kembali.




3. Kisah Nyata Tentang SADAKO

Sadako yg kita kenal merupakan hantu dari Jepang. Ciri-cirinya yaitu wanita, berambut panjang menutupi muka, dan memakai gaun panjang berwarna putih. Yah, rada-rada mirip kayak Kuntilanak yang ada di Indonesia. Tapi, Sadako ini sering keluar dari sumur dengan cara merangkak. Soalnya, si Sadako (katanya sih) mati bunuh diri dengan cara terjun ke dalam sumur tua. Orang-orang yang tinggal di sekitar sumur tersebut sering melihat Sadako berdiri di tepi sumur atau sedang merangkak keluar dari sumur. Kutukan Sadako sangat kuat dan ia terus menyimpan dendam kesumatnya
kepada siapapun yang ia temui di sekitar sumur tempat ia mati.
Jadi berhati-hatilah dengan sumur yang ada di sekitar anda..
hihihihi..

Cerita sebenarnya tentang Sadako ini beneran ada loh.. Tapi bukan cerita horornya yang bener, melainkan orangnya ..

True History

Sadako Sasaki (7 Januari 1943 – 25 Oktober 1955) adalah seorang gadis Jepang yang tinggal di dekat jembatan Misasa di Hiroshima, Jepang ketika itu tengah dijatuhi bom atom yang jatuh di Hiroshima. Sadako baru berumur dua tahun pada 6 Agustus 1945 ketika ia menjadi korban dari bom atom tersebut.
Pada saat ledakan itu Sadako sedang berada didalam rumah, sekitar 1 mil dari titik ledakan bom. Pada Januari 1955, bintik-bintik ungu sudah mulai terbentuk dan menjadi gumpalan yang membesar. Kemudian, dia didiagnosis dengan leukemia sebagai penyakit yang dideritanya, penyakit itu kemudian disebut sebagai
“Sebuah Penyakit Bom Atom”. Pada tanggal 3 Agustus 1955, Chizuko Hamamoto, teman terbaik Sadako datang ke rumah sakit untuk mengunjungi dan memberi sebuah origami dari kertas yang dibuat menjadi Crane. Pada awalnya Sadako tidak mengerti mengapa Chizuko melakukan hal ini, kemudian Chizuko memberitahu cerita tentang karya cranes. Lalu dia mulai membuat crane sendiri sejak dia mendengar cerita itu, Orang Jepang dahulu mengatakan bahwa orang yang bisa membuat 1000 cranes akan mendapat apa yang diinginkannya.

Versi cerita yang populer di Jepang adalah bahwa ia tidak berhasil membuat 1000 cranes dari tujuan awalnya, dia hanya memiliki 644 lipatan sebelum dia mati. Temannya yang berhasil menyelesaikan 1000 crane dikuburkan bersama dengan Sadako. Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa pada akhir Agustus 1955 Sadako telah mencapai tujuan itu dan terus melipat cranes sampai dia mati. Cerita ini berasal dari buku Sadako dan Ribuan Kertas Cranes, sebuah pameran yang muncul di Hiroshima Peace Memorial Museum.

Walaupun dia memiliki banyak waktu luang selama dia di rumah sakit untuk membuat cranes, ia tidak punya cukup kertas untuk membuat 1000 crane tersebut. Dia mendapat kertas dengan cara pergi ke kamar pasien lain untuk meminta bekas kertas hadiah yang sudah tidak digunakan lagi dan temannya, Chizuko yang
selalu membawakan kertas setiap hari sepulang dari sekolah untuk Sadako.
Selama waktunya di rumah sakit itu kondisinya semakin memburuk. Sekitar pertengahan Oktober, kaki kirnya bengkak dan berubah menjadi ungu. Dengan keluarga disekelilingnya Sadako meninggal pada pagi 25 Oktober 1955 di usia 12 tahun.. Teman-temannya menyelesaikan pembuatan bangau kertas sisanya hingga genap terkumpul 1000 bangau dan menguburkannya bersama jasad Sadako.

Rangkaian paper crane

Sepeninggal Sadako, teman-temannya menerbitkan suatu koleksi surat-surat untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membangun sebuah monumen peringatan bagi Sadako dan semua anak yang meninggal akibat efek bom atom. Pada tahun 1958 sebuah patung Sadako memegang bangau emas berdiri di Hiroshima Peace Memorial Park, bangsa Jepang menyebutnya dengan nama Genbaku Dome. Di kaki patung terdapat sebuah prasasti bertuliskan:

“This is our cry. This is our prayer. Peace on Earth.”




4. Misteri Tengu - Setan terbang dari Jepang




Di Jepang, ada legenda mengenai seekor makhluk angkasa yang misterius, yaitu makhluk yang dianggap sebagai Iblis dan digambarkan memiliki tubuh separuh burung dan separuh manusia. Makhluk ini disebut dengan nama Tengu. Luar biasanya, satu mumi Tengu tersimpan dengan rapi di Perfektur Aomori.


Museum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, adalah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan abad ke-18. Mumi itu memiliki kepala manusia, namun memiliki kaki dan sayap berbulu seperti burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini sampai ke Jepang utara setelah diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga akhirnya sampai ke Museum Hachinohe di Aomori.


Mitologi Tengu bermula dari sekitar abad ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepang dari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut memiliki kekuatan supranatural seperti dapat berubah bentuk menjadi manusia atau hewan, dapat berbicara kepada manusia tanpa membuka mulut dan mampu pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat menggunakan sayapnya.


Kata Tengu sebenarnya berarti "Anjing langit". Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga memiliki tempat tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebenarnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak memiliki rupa anjing, melainkan lebih mirip seekor burung.


Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada abad itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.



Secara umum, Tengu memiliki dua bentuk fisik. Yang pertama disebutKarasu tengu yang memiliki kepala dan paruh seperti burung. Yang kedua adalah Konoha Tengu yang memiliki bentuk seperti manusia namun memiliki sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)
Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang bernama Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou dekat Kuramadera di gunung utara Kyoto.


Tidak ada keterangan dan informasi lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe . Apakah ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari abad lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu adalah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti pasti yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.










Sekian dulu cerita-cerita misteri yang berasal dari negeri sakura sana.. kalo menurut saya, ternyata hantu itu gak cuma di Indonesia aja ya.. yang kita bahas sekarang baru hantu-hantu dari jepang, lain waktu saya akan membahas mitos-mitos dan misteri dari berbagai negara.. Terimakasih salam blue..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar